Nusantaramaju.com - Beredarnya video sepasang muda-mudi yang tertidur sambil berpelukan di dalam mushola menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk kalangan aktivis Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) di Sumatera Utara.
Video tersebut viral di media sosial, terutama di TikTok, dan memicu reaksi keras karena dinilai tidak menghormati tempat ibadah.
Peristiwa dalam video viral tersebut diketahui terjadi di sebuah mushola kawasan wisata Pantai Logending, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah
Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit, terlihat sepasang remaja laki-laki dan perempuan tidur dalam posisi berpelukan di dalam mushola. Warga yang memergoki tindakan tersebut kemudian menyiram pasangan itu dengan air hingga mereka terbangun.
Setelah itu, ketiganya termasuk satu orang teman yang juga berada di lokasi diamankan dan dimintai keterangan oleh pihak kepolisian setempat.
Polisi menyebut para remaja itu mengaku hanya beristirahat di mushola karena kelelahan setelah bermain di kawasan pantai sekitar lokasi.
Kasus tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan mereka diminta membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
Kecaman Aktivis Pemuda Muslim
Aktivis Pemuda Muslim Sumatera Utara, Solihan Hasibuan, Jum'at (3/4/2026) merespon hal itu, ia menilai tindakan tersebut tidak pantas dan mencederai kesucian rumah ibadah.
Ia menegaskan mushola merupakan tempat untuk beribadah, bukan tempat melakukan aktivitas yang dinilai melanggar norma agama dan kesopanan.
Solihan juga mengingatkan generasi muda agar lebih menjaga adab ketika berada di tempat ibadah, serta tidak membuat konten atau tindakan yang dapat merusak nilai moral di tengah masyarakat.
Aktivis Pemuda Muslim ini juga meminta agar masyarakat dan pengurus tempat ibadah meningkatkan pengawasan di area mushola atau masjid, terutama di lokasi wisata yang sering dijadikan tempat singgah oleh pengunjung.
Diakhir penyampaiannya ia juga menekankan pentingnya edukasi moral kepada generasi muda agar lebih memahami etika serta menjaga kesucian tempat ibadah, pungkas Solihan dikenal aktif dalam gerakan sosial. (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun