-->
  • Jelajahi

    Copyright © Nusantara Maju
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Massa BEM Geruduk DPRDSU Berteriak Lantang Panggil Ketua Dewan Erni Aryanti Sitorus dan Ada Yang Sebut Mundur

    01 April 2026, April 01, 2026 WIB Last Updated 2026-04-01T12:47:26Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Nusantaramaju.com - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Sumut berteriak lantang memanggil-manggil Ketua DPRD Sumut, Erni Ariyanti Sitorus, saat mereka menggelar aksi di depan gedung dewan, Rabu (1/4/2026) sore.


    "Kami minta Ketua DPRD Sumut keluar menemui kami mahasiswa, kami ingin agar Erni Ariyanti Sitorus menerima aspirasi kami, sebab kami tidak mau hanya anggota dewan saja yang menerima setiap kami menyampaikan aspirasi," teriak massa berulang-ulang di depan gedung DPRD Sumut, dalam aksinya.


    Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, tapi bentuk kekecewaan yang telah lama terpendam. Mahasiswa menilai pimpinan dewan kerap “menghindar” setiap kali rakyat datang membawa aspirasi.


    “Setiap kami datang, selalu diwakilkan. Di mana tanggung jawab Ketua DPRD?” teriak salah satu orator dengan nada tinggi.


    Ketegangan meningkat saat hampir satu jam berorasi, sosok yang ditunggu tak kunjung muncul. Massa pun mulai geram dan melontarkan ultimatum keras. "Kalau tidak berani menemui rakyat, lebih baik mundur dari jabatan!” seru massa, disambut riuh tepuk tangan.


    Aksi yang dimulai sejak pukul 15.00 WIB ini diikuti mahasiswa dari berbagai kampus di Sumut. Mereka membawa isu serius, terkait  dugaan kekerasan terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras.


    Dalam orasinya, mahasiswa menilai tindakan tersebut sebagai bentuk teror dan pembungkaman terhadap suara kritis. "Ini bukan sekadar kekerasan, ini upaya membungkam kebebasan sipil! Negara tidak boleh diam!” tegas orator di tengah rintik hujan.


    Massa mendesak DPR RI melalui DPRD Sumut untuk tidak tutup mata dan segera mengambil sikap tegas. Mereka juga meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut, termasuk mengungkap dalang di balik aksi brutal itu.


    “Penyiraman air keras ini sangat represif! Kami minta pelaku dan aktor intelektualnya diadili seadil-adilnya!” teriak massa sembari menuntut penghentian segala bentuk tindakan represif terhadap masyarakat sipil serta berikan jaminan kebebasan berekspresi tanpa intimidasi.


    Setelah cukup lama berorasi, akhirnya aspirasi pengunjuk rasa diterima anggota DPRD Sumut H Hefriansyah SE dan berjanji akan membahas tuntutan pengunjuk rasa dengan mengundang berbagai pihak. 


    Sebelumnya, Puluhan petani bawang dari tanah Karo menggeruduk DPRD Sumut, Selasa (31/3/2026). 


    Dalam aksi itu. Massa juga berteriak-teriak memanggil nama Erni Aryanti Sitorus agar Ketua DPRD Sumut itu hadir menemui mereka.


    "Mana ini Ibu ketua DPRD Sumut Erni Aryanti Sitorus, temui kami disini, kami ingin ibu ketua hadir disini", kata salah seorang orator aksi. 


    Massa petani bawang dari tanah Karo ingin menyampaikan aspirasi terkait beredarnya bawang Ilegal di Sumut. Dalam aksi itu massa akhirnya diterima Gusmiyadi SE Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Sumut. (Red.06)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun