-->
  • Jelajahi

    Copyright © Nusantara Maju
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Petani Bawang Desak DPRD Sumut Agar Aparat Penegak Hukum Tindak Tegas Pedagang Ilegal Impor Bawang

    31 Maret 2026, Maret 31, 2026 WIB Last Updated 2026-03-31T08:27:30Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     


    Nusantaramaju.com - Puluhan petani bawang dari daerah tanah Karo melakukan aksi di depan DPRD Sumut mereka mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap maraknya praktik impor bawang ilegal yang dinilai merugikan petani lokal dan merusak stabilitas perekonomian daerah.


    Keluhan ini mencuat setelah beredarnya bawang impor yang diduga masuk secara ilegal ke sejumlah pasar tradisional di Sumatera Utara.


    Keberadaan bawang ilegal tersebut menyebabkan harga bawang lokal anjlok dan membuat para petani kesulitan memasarkan hasil panen mereka.


    Sutra Sembiring salah seorang perwakilan petani, yang juga koordinator aksi menyampaikan, bahwa praktik perdagangan bawang ilegal bukan hanya merugikan petani, tetapi juga merusak sistem perdagangan yang sehat. 


    Menurutnya, bawang yang masuk tanpa prosedur resmi membuat persaingan menjadi tidak adil bagi petani dan pedagang yang mengikuti aturan.


    “Petani berharap aparat penegak hukum tidak tinggal diam. Impor bawang ilegal ini sudah sangat merugikan kami. Harga bawang lokal jatuh karena pasar dibanjiri bawang dari luar yang tidak jelas jalurnya,” ujar Sutra Sembiring dilokasi aksi, Selasa (31/3/2026).


    Para petani menilai, jika kondisi ini terus dibiarkan, maka akan berdampak serius terhadap keberlangsungan usaha pertanian bawang di daerah tersebut.


    Selain itu, praktik perdagangan ilegal juga berpotensi merugikan negara dari sisi penerimaan pajak dan pengawasan kualitas pangan.


    Petani juga meminta pemerintah daerah bersama aparat penegak hukum untuk memperketat pengawasan di jalur distribusi serta menindak tegas para pelaku impor dan perdagangan bawang ilegal, tegasnya lagi.


    Mereka berharap adanya langkah nyata dari pemerintah dan aparat hukum untuk melindungi petani lokal serta menjaga stabilitas harga di pasar.


    “Jika tidak ada tindakan tegas, petani yang akan terus menjadi korban. Kami berharap pemerintah benar-benar melindungi hasil pertanian dalam negeri,” tambahnya.


    Dengan adanya penegakan hukum yang tegas, para petani berharap praktik impor dan perdagangan bawang ilegal dapat dihentikan sehingga perekonomian petani dan stabilitas pasar di Sumatera Utara dapat kembali terjaga.


    Sementara itu, anggota DPRD Sumut, Gusmiyadi SE Sekretaris Fraksi Gerindra saat menerima aspirasi petani bawang tersebut mengatakan, pertama bahwa, apa yang disampaikan para petani akan disampaikan ke pimpinan dewan.


    Ia juga menyebut, agar aspirasi ini dilanjutkan dengan melalui RDP (Rapat Dengar Pendapat) sehingga nanti akan diundang seluruh instansi terkait, katanya.


    "Buat suratnya untuk melakukan RDP", lebih cepat lebih baik, tandasnya. 


    Pantauan awak media, Aksi petani bawang dari tanah Karo ini mendapat pengawalan dari pihak kepolisian Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru, tampak turun langsung Kompol Bambang Gunadi Hutabarat, SH, MH beserta jajarannya.


    Usai menyampaikan aspirasi para petani membubarkan diri kembali ketempat nya masing-masing dengan tertib. (Red.06)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun