Nusantaramaju.com - Puluhan massa mengaku tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) berunjukrasa ke gedung DPRD Sumatera Utara Jalan Imam Bonjol Medan, Rabu (7/10/2026).
Dalam aksinya massa mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) agar memeriksa anggaran kegiatan Sosialisasi Perda (Sosper), Wawasan Kebangsaan (Wasbang) dan Pokir terhadap dua Anggota DPRD Sumut dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Massa menyebutkan dua Anggota DPRD Sumut tersebut yakni Abdul Rahim Siregar dan Ahmad Hadian. Dalam orasi dan pernyataan sikapnya KAMMI Sumut yang ditandatangani Ketua Umum Irham Sadani Rambe dan Sekretaris Umum Muhammad Haryono menyampaikan kekecewaannya terhadap dua politisi PKS tersebut.
"Kami minta kepada aparat hukum agar memeriksa anggaran sosper dan wasbang terhadap Abdul Rahim Siregar dan Ahmad Hadian. Yakni menggelar sosper dan wasbang bukan di daerah pemilihannya hingga menjadikan kegiatan tersebut sebagai ajang mensosialisasikan partai politiknya ke masyarakat,," sebut massa dalam orasinya.
Mass KAMMI meminta Kejatisu agar memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara profesional, independen, objektif dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Hal ini sebagai langkah kongkret dalam menjaga serta membangkitkan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.
KAMMI Sumut juga mendesak DPRD Sumut membuka scara transparan penggunaan anggaran sosper, wasbang dan pokir kepada publik, termasuk mekanisme pelaksanaan, penerima manfaat serta pertanggungjawaban keuangannya.
Untuk itu KAMMI Sumut juga mendesak evaluasi anggaran sosper dan wasbang agar tidak menjadi kegiatan seremonial semata hingga pemborosan, tetapi diarahkan pada program yang memberikan manfaat nyata dan terukur bagi masyarakat Sumut.
Selanjutnya aksi massa diterima tiga anggota DPRD Sumut yakni Rahmansyah Sibarani dari Partai NasDem, Manaek.Hutasoit dari Fraksi Golkar dan Lambok Andreas Simamora dari Fraksi Hanura. Ketiga wakil rakyat itu menyampaikan agar segera menyikapi dan memproses aspirasi massa.
Usai menyampaikan orasi dan diterima anggota dewan, massa KAMMI selanjutnya membubarkan diri. Namun massa menegaskan akan melakukan aksi serupa kedepannya jika aspirasinya tidak ditanggapi.
Pantauan awak media, aksi berjalan kondusif dan lancar, aksi tersebut mendapat pengawalan dari pihak kepolisian Polrestabes Medan. (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun