Nusantaramaju.com - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai komunitas dan daerah di Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumatera Utara, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (7/7/2026).
Massa datang dengan iring-iringan sepeda motor sambil membawa spanduk dan menyuarakan sejumlah tuntutan yang menyangkut kesejahteraan para mitra pengemudi.
Dalam aksi tersebut, para pengemudi meminta pemerintah dan DPRD Sumut memperjuangkan regulasi yang lebih berpihak kepada pengemudi ojol. Mereka menuntut adanya penyesuaian tarif yang dinilai lebih adil, pengurangan potongan aplikasi, serta perlindungan hukum dan jaminan sosial bagi para mitra pengemudi.
Massa yang berasal dari berbagai komunitas Ojol di Kota Medan menyuarakan tuntutan agar pemerintah segera merealisasikan kebijakan potongan aplikasi maksimal 8 persen sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) No 27 Tahun 2026.
Amatan awak media, Sejumlah komunitas yang ikut berpartisipasi di antaranya, Unit Reaksi Cepat (URC), GODAMS, Komunitas Gojek, KMBS (Komunitas Motor Bike Sejati), dan Komunitas Ojol Meteorologi.
Selain itu, massa juga mendesak pemerintah agar melakukan pengawasan terhadap kebijakan perusahaan aplikasi, sehingga tidak merugikan pengemudi.
Mereka berharap aspirasi yang disampaikan dapat diteruskan kepada pemerintah pusat sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih berpihak kepada para pekerja sektor transportasi daring.
Aksi berlangsung dengan pengawalan ketat aparat kepolisian. Arus lalu lintas di sekitar kawasan DPRD Sumut sempat mengalami kepadatan akibat banyaknya peserta aksi yang memadati ruas jalan.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, massa aksi masih melakukan aspirasi di depan gedung DPRD Sumut. (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun