Nusantaramaju.com - Perwakilan petani bawang dari Kabupaten Karo mendatangi kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Utara untuk mempertanyakan kepastian jadwal Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait berbagai persoalan yang tengah dihadapi para petani.
Mereka yang datang yakni, Gema Tarigan didampingi Sutra Sembiring, Kevin Tarigan, Kristian Sihombing dan Dio Surbakti, langsung diterima Kasubbag Humas Protokol DPRD Sumut, M.Sofyan, Selasa (7/4/2026).
Kedatangan para petani tersebut bertujuan meminta kejelasan waktu pelaksanaan RDP yang sebelumnya direncanakan, saat aksi di depan gedung DPRD Sumut terkait beredarnya bawang Ilegal di Sumut beberapa waktu lalu.
Para petani berharap DPRD Sumut dapat segera memfasilitasi pertemuan dengan mengundang pihak Poldasu, Bea Cukai, Gubsu, Perindag, dan instansi terkait, agar berbagai persoalan di sektor pertanian, khususnya komoditas bawang, dapat dibahas secara langsung.
Sutra Sembiring menimpali, bahwa RDP sangat dinantikan oleh para petani bawang sebagai ruang dialog dengan pemerintah dan DPRD.
Mereka ingin menyampaikan kondisi riil yang terjadi di lapangan, termasuk terkait harga, distribusi, hingga berbagai kendala produksi yang mempengaruhi kesejahteraan petani.
“Kami datang untuk mempertanyakan kepastian jadwal RDP. Petani sangat berharap pertemuan ini segera dilaksanakan agar persoalan yang kami alami bisa mendapat perhatian dan solusi,” ujarnya.
Sementara itu, Kasubag Humas Protokol DPRD Sumut, M.Sofyan saat menerima perwakilan petani bawang diruang kerjanya mengatakan, bahwa, pertama ia mengucapkan terimakasih atas kehadiran para perwakilan petani bawang di DPRD Sumut.
Terkait, soal pengajuan RDP (Rapat Dengar Pendapat) di DPRD Sumut nanti akan kita teruskan surat yang disampaikan ke pimpinan.
"Kita akan sampaikan ke pimpinan dewan, biasanya RDP pertengahan bulan", katanya.
Ia juga menyampaikan untuk segera memperbaiki surat yang sebelumnya telah disampaikan ke sekretariat. Perbaiki dulu suratnya, langsung di tunjukan kepada Ketua DPRD Sumut, pungkasnya. (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun