Nusantaramaju.com - Pernyataan FP yang sebelumnya mengaku mengundurkan diri dari kepengurusan partai dengan alasan tidak sanggup menerima amanah, kini menuai sorotan.
Pasalnya, belakangan FP yang sebelumnya masuk dalam kepengurusan DPC PPP Kota Medan justru dinilai menunjukkan ambisi untuk tampil sebagai ketua tandingan yang tidak memiliki dasar struktural dan legitimasi organisasi.
Sejumlah kader menilai alasan pengunduran diri yang disampaikan FP pada awalnya tidak sejalan dengan manuver politik yang dilakukan setelahnya.
FP sempat menyatakan mundur secara terbuka dengan dalih ingin menjaga soliditas partai dan menghormati keputusan organisasi dan alasan lainnya. Namun, langkah-langkah berikutnya justru memunculkan tanda tanya besar di kalangan internal.
“Awalnya mengaku tidak sanggup memikul amanah partai, tapi sekarang justru sibuk mengklaim diri sebagai ketua. Ini menurut saya ketua abal-abal, sebab, yang diembannya itu, tidak memiliki legitimasi, haus kekuasaan,” ujar salah satu pengurus DPC PPP Kota Medan yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (7/2/2026)
Menurut sumber internal, klaim kepemimpinan yang disuarakan FP tidak pernah melalui mekanisme resmi organisasi, baik musyawarah maupun penunjukan struktural sesuai aturan partai.
Karena itu, keberadaan FP disebut hanya sebagai “ketua abal-abal” yang tidak diakui secara organisatoris, tegas jajaran Pengurus DPC PPP Kota Medan dibawah kepemimpinan Abdul Rani, SH.
Langkah tersebut dinilai berpotensi memecah belah konsolidasi partai yang tengah fokus pada agenda penguatan struktur dan program kerja ke depan.
Para pengurus DPC PPP Kota Medan pun meminta agar FP bersikap konsisten dengan pernyataannya sendiri dan tidak menciptakan kegaduhan politik internal.
“Kalau sudah menyatakan mundur, ya mundur, seharusnya legowo. Kalau pun ingin menjadi Ketua DPC PPP Kota Medan harus melalui mekanisme partai, yakni, Muscab (Musyawarah Cabang), bukan malah ikut-ikutan ingin menghancurkan partai berlambang Ka'bah ini, nanti kualat", tegas pengurus DPC PPP Medan.
Kami tegaskan, sambung kader lainnya lagi, diminta kepada FP untuk tidak memecah belah partai persatuan pembangunan di Kota Medan. (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun