Nusantaramaju.com – Aktivis Pemuda Muslim Sumatera Utara, Solihan Hasibuan mengecam keras dugaan tindakan seorang oknum guru Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Tanjung Balai diduga membawa salah seorang muridnya hingga menjadi korban pelecehan seksual oleh suaminya.
Solihan menilai, apabila dugaan tersebut terbukti benar, ia meminta pihak penegak hukum untuk mengusut tuntas dan proses sesuai hukum yang berlaku, sebab, perbuatan itu merupakan pelanggaran serius terhadap hak anak, mencederai dunia pendidikan, serta mengkhianati kepercayaan masyarakat terhadap profesi guru.
"Kami meminta aparat penegak hukum mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Korban harus mendapatkan perlindungan, pendampingan psikologis, serta keadilan," ujar Solihan, usai sholat Jum'at (24/7/2026) menyoroti viralnya kasus tersebut di media sosial.
Selain itu, ia juga mendesak instansi terkait untuk melakukan pemeriksaan terhadap oknum guru ASN tersebut sesuai ketentuan disiplin pegawai negeri apabila terbukti terlibat dalam tindak pidana atau pelanggaran etik.
Aktivis Pemuda Muslimin Indonesia Sumut ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal proses hukum secara objektif dan tidak menyebarkan identitas maupun informasi yang dapat membahayakan korban, mengingat korban merupakan anak yang wajib mendapatkan perlindungan sesuai peraturan perundang-undangan.
Ia berharap kasus ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah, dunia pendidikan, dan aparat penegak hukum agar tidak ada lagi anak-anak yang menjadi korban kekerasan maupun pelecehan seksual oleh pihak yang seharusnya memberikan perlindungan.
Diketahui, sebelumnya, Viral video warga menggeruduk rumah seorang ASN guru perempuan. Rumah guru tersebut digeruduk warga karena dugaan kasus pelecehan seksual.
Dari video yang beredar pada Kamis (23/7/2026), ada puluhan warga yang menunggu di depan rumah ASN tersebut. Tak lama berselang, ASN wanita yang memakai seragam bersama seorang pria yang disebut suaminya dibawa ke luar rumah.
Mereka datang untuk mempertanyakan dugaan pencabulan terhadap seorang anak yatim-piatu yang masih duduk di bangku kelas V sekolah dasar (SD)
"Heboh di Tanjungbalai guru PNS diduga bawa murid laki-laki kepada suaminya untuk di sodomi", tulis narasi video viral itu. (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun