-->
  • Jelajahi

    Copyright © Nusantara Maju
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Sambut Ramadan dengan Penuh Kegembiraan, Tanda-Tanda Orang Mukmin dan Pentingnya Menghormati yang Berpuasa

    14 Februari 2026, Februari 14, 2026 WIB Last Updated 2026-02-14T13:34:56Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Nusantaramaju.com - Umat Islam di berbagai daerah menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan penuh rasa syukur dan kegembiraan. 


    Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum memperkuat keimanan, memperbaiki diri, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.


    Aktivis Pemuda Muslim Sumut, Solihan Hasibuan menyampaikan bahwa menyambut Ramadan dengan hati yang lapang dan bahagia merupakan salah satu tanda orang mukmin. 


    Kegembiraan tersebut tercermin dari kesiapan menjalankan ibadah puasa, memperbanyak shalat, membaca Al-Qur’an, serta meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama.


    “Ramadan adalah bulan penuh rahmat dan ampunan. Orang yang beriman pasti merasa rindu dan bahagia ketika Ramadan tiba,” ujar Mantan Sekretaris PC Pemuda Muslim Kota Medan ini, Sabtu (14/2/2026) menyikapi datangnya bulan suci Ramadan 1447H/2026M.


    Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk saling menghormati, khususnya kepada mereka yang menjalankan ibadah puasa. 


    Menghargai orang yang berpuasa dapat diwujudkan dengan menjaga sikap, ucapan, serta tidak makan dan minum secara terbuka di hadapan umum. Ramadan juga menjadi momen memperkuat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama. 


    Sikap saling menghormati diyakini mampu menciptakan suasana yang kondusif dan harmonis selama bulan suci berlangsung.


    Solihan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban, keamanan, serta meningkatkan kegiatan positif selama Ramadan, seperti safari Ramadan, berbagi takjil, dan santunan kepada kaum dhuafa.


    Dengan menyambut Ramadan penuh kegembiraan dan saling menghormati, diharapkan umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta meraih predikat takwa sebagaimana tujuan utama puasa itu sendiri, pungkasnya. (Red.06)

    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun