Iklan

Polda Sumut Gelar Operasi Zebra Toba 2022, Polisi Harus Humanis

03 Oktober 2022, Oktober 03, 2022 WIB Last Updated 2022-10-03T06:16:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 

Teks foto : Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto memimpin kegiatan pelaksanaan apel gabungan operasi Toba zebra 2022.(istimewa)


Nusantaramaju.com - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Sumatera Utara (Sumut), Brigjen Pol Dadang Hartanto memimpin kegiatan apel gelar pasukan operasi zebra 2022 di halaman Mapolda Sumut Jalan Sisingamangaraja KM 10,5 Medan, Senin (3/10/2022).


Wakapolda Sumut membacakan amanat Kapolda Sumut, Irjen Pol Panca Putra menyebut bahwa pelaksanaan operasi zebra Toba 2022 melibatkan unsur terkait lainnya. Diantaranya, TNI - Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, dan Dinas Perhubungan.


"Sebagaimana kita ketahui bersama, keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalulintas masih sangat memprihatikan. Hal tersebut tentu tidak terlepas dari rendahnya kesadaran terhadap aturan berlalu lintas dan kepatuhan para pengguna jalan, sehingga berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan kerugian materil maupun korban jiwa," ungkap Dadang.


Diakui Wakapolda Sumut, bahwa selama periode Januari - Agustus 2022, telah terjadi 4.306 kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 1.153 orang, korban luka berat 1.444 orang dan korban luka ringan 4.786 orang serta kerugian materil sejumlah Rp 11.355.120.000.


".Menyikapi permasalahan tersebut sekaligus upaya peningkatan keamanan keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas jelang perayaan natal dan tahun baru 2023 Polda Sumatera Utara beserta jajaran yang menggerakkan menggelar operasi kepolisian mandiri kewilayahan dengan sandi operasi zebra Toba 2022 pelaksanaan operasi akan berlangsung selama 14 hari terhitung mulai tanggal 3 sampai 16 Oktober dengan mengusung tema tertib berlalu lintas guna mewujudkan lalulintas yang presisi," tutur Brigjen Pol Dadang Hartanto.


Selanjutnya, Dadang mengatakan bahwa operasi zebra Toba 2022 merupakan operasi harkamtibmas bidang lalu lintas yang mengedepankan kegiatan printif dan preventif didukung pola penegakan hukum secara elektronik menggunakan etle statis dan mobile maupun teguran secara simpatik.


"Pelaksanaan Operasi zebra ini utamanya bertujuan untuk mengurangi angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas mengurangi angka fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas," tambahnya.


"Sehubungan dengan tujuan operasi yang telah saya sebutkan, perlu saya sampaikan pula bahwa sasaran operasi zebra Toba ini yaitu untuk mengantisipasi segala bentuk potensi gangguan ambang gangguan dan gangguan nyata yang menyebabkan kemacetan dan pelanggaran lalu lintas baik sebelum pada saat dan pasca operasi," ucapnya.


Melalui kesempatan ini, Dadang berharap seluruh personel yang terlibat dalam pelaksanaan operasi nantinya benar-benar memahami cara bertindak yang harus dilakukan.


"Pertama melaksanakan deteksi dini penyelidikan dan pemetaan terhadap lokasi atau tempat yang rawan terjadi kemacetan, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat tentang berlalu lintas melalui sosialisasi pada media cetak elektronik maupun media sosial," kata Dadang.


Kemudian, seluruh personel harus melaksanakan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas melaksanakan penegakan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas melalui pemberian tilang maupun teguran secara elektronik dengan mobile pada 7 prioritas pelanggaran.


"Melaksanakan penegakan hukum dan penyidikan kecelakaan lalu lintas secara profesional proporsional dan prosedural serta melakukan counter opini terhadap berita-berita hoax di media sosial maupun media mainstream terkait Operasi zebra Toba 2022," sambungnya.


Dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan Operasi zebra Toba 2002. Seluruh personel harus melaksanakan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.


"Pertama laksanakan tugas secara profesional bermoral dan humanis, kedua optimalkan kegiatan analisa dan evaluasi secara rutin untuk mengukur tingkat keberhasilan dan menghasilkan solusi atas kendala yang dihadapi ketiga tingkatkan pengawasan dan pengendalian selama pelaksanaan operasi sehingga dapat mencegah segala bentuk penyimpangan yang bersifat kontraproduktif keempat jadilah teladan dalam berlalu lintas dan senantiasa utamakan faktor keamanan dan keselamatan bagi diri sendiri serta masyarakat pengguna jalan lainnya," terangnya.(Reza)


Komentar

Tampilkan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun