Nusantaramaju.com - Seorang siswa SMA Negeri salah satu sekolah di Medan, berinisial MF (17) tewas, kematian korban terlihat sangat mengenaskan, ayah korban Suherman meminta kuasa hukumnya untuk mengungkap kasus ini.
Dari foto-foto yang dilihat orangtua korban dan keluarga, juga saat dimandikan sebelum dikebumikan, dimana mulut korban terluka seperti di pukul benda tajam. Kaki kiri dan kanan korban patah-patah, kepala seperti kena benda tajam, belakang tubuh korban memar-memar, tangan patah tidak ada terlihat seperti terseret aspal lazimnya akibat kecelakaan berkendara.
Dibeberkannya lagi, helm yang digunakan korban saat berkendara utuh tidak ada goresan, lalu pakaian yang dikenakan korban baik celana dan bajunya bersih tidak ada yang robek, bahkan sepedamotor yang dikendarai korban pun tidak ada goresan apapun lazimnya kecelakaan, jika itu kecelakaan tunggal seperti yang disebut-sebut.
Melihat kejanggalan itu, Suherman (65) orangtua korban meminta kepada Kuasa Hukumnya, yakni, Edwin S.Pohan, ST,SH, Zulkifli Lubis, SH, Hafiz Zuhdi, SH, Siti Junaidah, SH, M.Kn, untuk mengungkap misteri kematian anaknya, Jum'at malam (29/8/2025) usai dari Poldasu.
Disebutkannya lagi, Jika anaknya tewas akibat kecelakaan tunggal dirinya dan keluarga ikhlas menerimanya, namun jika kematian anaknya tidak wajar dugaan penganiayaan, kami minta keadilan dan pelaku dihukum yang seberat-beratnya, ujar Suherman yang kesehariannya sebagai tukang jahit pakaian ini.
"Ada tanda-tanda yang tidak wajar dalam tubuh korban, seperti lukanya, memar-memar, tangan patah, kaki patah, haenphon (HP) korban hilang, kata temannya dibuang, sebagaimana pengakuan teman korban kepada kami apalagi kendaraan yang dikendarainya mulus, termasuk pakaian korban", katanya seraya menyebut tak yakin kematian anaknya kecelakaan tunggal.
Ia berharap pihak kepolisian untuk mengungkap dan mengusut tuntas kasus ini yang seterang-terangnya, kami juga meminta polisi untuk melakukan otopsi jenazah kembali, bongkar kuburannya untuk melakukan otopsi, pintanya.
Sementara, Kuasa Hukum keluarga korban, Edwin S.Pohan, ST,SH, di dampingi Zulkifli Lubis, SH, Siti Junaidah, SH, M.Kn, menyebut, pihaknya akan bekerja semaksimal mungkin untuk membuka tabir kematian alm.MF yang katanya disebut-sebut kecelakaan tunggal.
"Kami selaku kuasa hukum korban akan terus berupaya untuk mencari kebenaran atas wafatnya alm.MF, kami minta kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini, dan kami mendesak untuk dilakukan otopsi agar kasus ini terang - seterangnya, mohon doa keluarga", ujar Edwin Pohan SH, yang diamini rekannya.
Ia juga menyebut bahwa kematian korban sangat tidak wajar, terlihat dari foto-foto yang ada banyak kejanggalan sehingga keluarga korban merasa ada yang ditutupi inilah yang membuat pihak keluarga korban mencari kebenaran dan keadilan hukum.
Kejadian itu, pada tanggal 16 Agustus 2025, yang TKPnya di Jalan Raya Ringroud wilayah Polsek Medan Sunggal, pungkasnya, seraya mengatakan pihaknya lagi koordinasi ke Polda Sumut, untuk mengungkap misteri kematian korban. (Red.06)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun