Nusantaramaju.com - Kasus seorang warga yang mengalami pemasungan di Hutanamale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, yang sempat viral di media sosial, mendapat sorotan serius dari DPD Pasukan 08 Sumatera Utara.
Ketua DPD Pasukan 08 Sumut, Junstar Ritonga, SH, MH menyampaikan rasa keprihatinannya atas kondisi salah seorang warga yang dipasung tersebut diketahui bernama, M.Yasid (41).
Ia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mandailing Natal dan Dinkes Sumut serta pihak terkait agar segera turun tangan memberikan penanganan medis yang diperlukan.
Junstar menegaskan, "Warga Sumut Harus Sehat", di bawah kepemimpinan Gubsu Bobby Nasution, makanya kita dorong Dinkes Tanggap dalam penanganan ini.
“Ini persoalan kemanusiaan yang harus segera mendapat perhatian serius. Kami meminta Dinas Kesehatan, khususnya pihak terkait kesehatan jiwa, agar segera merespons dan memberikan penanganan kepada warga yang dipasung tersebut,” ujar Junstar Ritonga, Sabtu (28/3/2026) di Medan, menyoroti warga yang dipasung di Hutanamale Madina.
Tokoh Sumut yang dikenal peduli sosial ini menegaskan bahwa praktik pemasungan ini menjadi keprihatinan bersama, persoalan ini harus segera dituntaskan jangan dibiarkan berlarut-larut, kasian kita melihatnya, ujar Junstar lagi.
“Pemerintah harus hadir. Jangan sampai warga yang membutuhkan pertolongan justru dibiarkan dalam kondisi yang tidak manusiawi, apalagi pihak keluarga telah meminta Dinas Kesehatan Sumut untuk membawa M.Yasid ke Rumah Sakit Jiwa di Medan, agar penanganannya lebih serius, sebaiknya itu ditindak lanjuti saja", tambah Advokat senior ini.
Pasukan 08 Sumut, lanjut Junstar, siap mendorong koordinasi dengan pihak terkait agar warga tersebut segera mendapatkan perawatan di fasilitas kesehatan yang memadai.
Kasus ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah foto kondisi warga yang dipasung di Hutanamale Madina beredar luas di media sosial dan memicu beragam respons dari masyarakat.
Masyarakat berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial, dapat segera mengambil langkah cepat agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Diberitakan sebelumnya. Seorang warga di Desa Huta Namale, Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabupaten Mandailing Natal, bernama M.Yasid (41), mengalami pemasungan selama lebih dua puluh lima tahun oleh keluarganya sendiri.
Kondisi ini memicu keprihatinan masyarakat setempat, yang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah provinsi, khususnya Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
Menurut keterangan keluarga, H.Miswar Hasibuan yang merupakan udaknya menyebut bahwa tindakan pemasungan tersebut dilakukan bukan tanpa alasan.
Yasid mengalami gangguan kejiwaan sejak ia pulang merantau beberapa puluh tahun lalu, yang kerap membuatnya bertindak agresif dan membahayakan diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Keterbatasan ekonomi serta minimnya akses layanan kesehatan jiwa membuat keluarga terpaksa mengambil langkah tersebut.
“Kami tidak tega sebenarnya, tapi kami tidak punya pilihan. Untuk berobat pun kami kesulitan biaya, sementara kehidupan kami beginilah”ujar Miswar, Jum'at (27/3/2026) mewakili keluarga, seraya menyebut, Yasid tinggal bersama ibunya seorang yang usianya sudah renta.
Selama dipasung, Yasid hanya menjalani kehidupan di ruang terbatas dengan kondisi yang memprihatinkan, kata Miswar Hasibuan. (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun