Nusantaramaju.com - Sosok Nek Asnah, seorang lansia yang hidup dalam keterbatasan dan sempat viral di media sosial, akhirnya mendapat perhatian dari berbagai pihak.
Salah satunya datang dari DPD Pasukan 08 Sumatera Utara yang dipimpin Ketua Junstar Ritonga, SH bersama pengurus turun langsung mengunjungi kediaman nek Asnah di Jln.Terusan/ Musyawarah GG.Bersama No.167 Dusun VI Desa Bandar Setia - Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.
Kunjungan tersebut berlangsung penuh haru. Nek Asnah yang tinggal bersama anaknya Umi di rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan menyambut kedatangan rombongan dengan mata berkaca-kaca.
Dalam kesempatan itu, Junstar Ritonga menyerahkan bantuan berupa sembako, beras, gula pasir, minyak goreng, bubuk teh, Indomie berbagai merek, syirup kurnia, milo, susu kaleng dan lainnya untuk membantu meringankan beban kebutuhan sehari-hari.
Junstar mengatakan, aksi sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian DPD Pasukan 08 Sumatera Utara terhadap masyarakat yang membutuhkan. Apalagi ini bulan Ramadan dihari Jum'at pula, sedikit kami berbagi di Jum'at Barokah, katanya.
Kunjungan ini juga katanya, atas arahan dari Dewan Pembina DPD Pasukan 08 Sumut, bapak H. Herry Lotung Siregar tokoh nasional yang merupakan pamannya Bobby Afif Nasution Gubernur Sumatera Utara.
“Ini adalah wujud kepedulian Pasukan 08 Sumut terhadap sesama. Kami tidak ingin hanya melihat dari media sosial, tetapi turun langsung memastikan kondisi nek Asnah ini dan memberikan bantuan yang bisa kami lakukan,” ujar Junstar Ritonga, Jum'at (27/2/2026) di dampingi, Zosia Tobing, Nopan Siregar, dan Hj.Dahlia (Sekretaris DPD Pasukan 08 Sumut).
Menurutnya, viralnya kisah nek Asnah di media sosial harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peka terhadap kondisi warga kurang mampu di sekitar lingkungan masing-masing.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya bagi mereka yang lanjut usia dan tidak memiliki kemampuan untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Dan kisah ini juga mengingatkan kita semua, jangan seperti kejadian di NTT Viral dimedsos, Anak SD bunuh diri karena tidak bisa beli buku dan pena.
Kejadian tersebut direspon Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo, Kemensos, dan DPR menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus siswa SD di NTT yang gantung diri karena kendala ekonomi (tidak mampu beli buku), ujarnya.
Sementara, Umi anak nek Asnah, pada kesempatan itu mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungan Ketua DPD Pasukan 08 Sumut, Junstar Ritonga beserta rombongan.
"Terimakasih pak atas kepedulian dan perhatiannya terhadap orangtua saya ini, kami tak bisa membalasnya, doa kami semoga Allah SWT membalas kebaikan bapak dan pengurus lainnya dengan berlipat-lipat ganda, amiin", ujar Umi penuh haru, seraya menyebut, yang diharapkan bantuan kursi roda bisa terpenuhi agar ibu bisa berjalan, sambungnya.
*Diberitakan sebelumnya* . Nek Asnah Minta Perhatian Bupati Deli Serdang Untuk Melihatnya. Untuk Makan Saja Kesulitan, Katanya
Penderitaan seorang nek Asnah berusia 80 tahun patut menjadi perhatian kita semua. Ia tak bisa berbuat banyak, tak bisa berdiri sejak beberapa tahun silam, terkadang sering menangis dampak penyakit yang dideritanya.
Wajahnya terlihat layu, kurus, tampak sangat menua, membuat kita terenyuh melihat penderitaannya, betapa tidak, *'Untuk Makan Saja Kesulitan'*, ia berharap belas kasihan orang lain, namun dalam bisikan nya, nek Asnah minta perhatian Bupati Deli Serdang.
"Nenek minta pak Bupati Asri Ludin mendengar suara saya, tolong bantu nenek, buat makan saja kesulitan", katanya lirih. (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun