Nusantaramaju.com - Penderitaan seorang nenek Asnah berusia 80 tahun patut menjadi perhatian kita semua, terkhusus bagi pembaca. Ia tak bisa berbuat banyak, tak bisa berdiri sejak beberapa tahun silam, terkadang sering menangis dampak penyakit yang dideritanya.
Wajahnya terlihat layu, kurus, tampak sangat menua, membuat kita terunyuh melihat penderitaannya itu, betapa tidak, *'Untuk Makan Saja Kesulitan'*, ia berharap belas kasihan orang lain, namun dalam bisikan nya, nenek Asnah minta perhatian Bupati Deli Serdang.
"Nenek minta pak Bupati Asri Ludin mendengar suara saya, tolong bantu nenek, buat makan saja kesulitan", katanya lirih, tinggal bersama anaknya Umi di Jln.Terusan/ Musyawara GG.Bersama No.167 Dusun VI Desa Bandar Setia - Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang.
Kisah nenek Asnah yang menetap tinggal bersama anaknya Umi ini, menjadi titik balik bagi kita semua, ternyata masih banyak masyarakat yang kehidupannya di bawah kemiskinan, apalagi ia seorang janda, butuh uluran tangan para dermawan untuk membantu kehidupannya.
Sementara, Umi anak kandung nek Asnah, menuturkan kepada awak media, perjalanan awal sakit ibunya itu. Berawal dari kecelakaan beberapa tahun silam, ibu saya tak bisa lagi beraktivitas, singkat cerita, kakinya kini tak sama lagi kiri dan kanan, kata Umi, Selasa (24/2/2026) kenangnya haru.
"Udah lama mamak ku tak bisa berdiri, kakinya lihat tak sama lagi kiri dan kanan, sedih juga, beginilah keadaan kami, semoga ada bantuan dari pemerintah, namun yang diharap tak juga dapat, terkadang untuk makan sahur saja pun apa adanya,Ujar Umi sedih seraya menyebut nomor Hpnya: 0851-9441-1084.
Disinggung, apakah pernah mendapatkan bantuan. Umi menuturkan, udah dulu, tapi udah lama lah, itu dari bantuan Puskesmas setempat, katanya menyambung.
Kisah nenek Asnah ini mengetuk hati Bupati Asri Ludin Tambunan agar dapat melihat langsung kondisi warganya yang membutuhkan uluran tangan pemerintah.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa masih ada warga yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya bagi mereka yang lanjut usia dan tidak memiliki kemampuan untuk bekerja maupun memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.
Dan kisah ini juga mengingatkan kita semua, jangan seperti kejadian di NTT Viral dimedsos, Anak SD bunuh diri karena tidak bisa beli buku dan pena.
Kejadian tersebut direspon Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo, Kemensos, dan DPR menyatakan keprihatinan mendalam atas kasus siswa SD di NTT yang gantung diri karena kendala ekonomi (tidak mampu beli buku). (Red.06)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Berkomentarlah sesuai topik dan menjaga etika sopan-santun